Senin, 28 Februari 2011
HANCURNYA SEBUAH PERSAHABATAN
Kejadian itu bermula saat aku masih kelas 1 SMK. Saat itu aku baru pulang dari bimbel, aku nggak nyangka kalau hari itu akan hujan aku sangat bingung karena tak ada orang yang bisa aku suruh buat jemput aku “ih…….sebellll dech kenapa hari ini hujan gimana cara aku pulang ya?” omelku dalam hati. Setelah lama menanti ahkirnya aku kepikiran satu orang yang bisa aku suruh jemput aku “oh….ya gimana kalau aku suruh Nirwan ja buat jemput aku, pasti dech dia mau” ahkirnya aku putusin buat nyuruh Nirwan cowok aku buat jemput aku, aku mencoba untuk menghubungi dia “halo Wan….kamu bisa nggak jemput aku sekarang soalnya nggak ada orang dirumah buat aku suruh jemput aku, bisa nggak”tanyaku ke Nirwan “aduh…….Nis aku nggak bisa soalnya aku masih nungguin nyokap nich, sorry ya”jawab Nirwan. Mendengar jawaban Nirwan hatiku makin bingung tiba2 Nirwan berkata “ech…..gimana kalau kamu suruh Bima buat jemput kamu”, “oh…iya ya wan koq aku nggak kepikiran Bima ya, ya udah aku suruh dia dulu ya buat jemput aku”jawabku girang “iya maaf ya aku nggak bisa jemput kamu”, “nggak pa pa koq wan”setelah kututup telepon dari Nirwan aku langsung menghubungi Bima, dan ternyata Bima sanggup buat jemput aku, aku senang banget dengar jawaban Bima. Bima adalah sepupu aku, selain sebagai sepupu aku dia juga cowok dari sahabat karibku, sahabatku dari kecil dan mungkin dia adalah satu-satunya sahabat yang aku punya karena saking akrabnya kita. Setelah dapat SMS dariku Bimapun langsung berangkat karena takut aku nunggu lama, tapi hujannya sangat lebat jadi menganggu pandangan Bima karena waktu itu dia bawa motor dan ditengah perjalanan menuju tempat bimbelku tiba2 ada truk yang melaju kencang juga mengagetkan Bima yang sedang mengedarai motornya dengan kecang tiba2 Bimapun tak sanggup mengedalikan motornya dan ahkirnya Bimapun menabrak pohon. Saat itu aku masih menunggu Bima tiba2 ada orang yang berlarian kearah jalan raya, dan akupun penasaran kenapa mereka kelihatanya panik sekali, setelah aku Tanya ke mereka ternyata ada orang yang baru kecelakaan mendengar jawabannya perasaanku jadi tidak enak kemudian aku ikutan untuk melihat kecelakaan tersebut betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang tergeletak itu adalah Bima sepupuku aku sangat sedih, “Bima……………..Bima bangun Bim ini aku Dennis”teriakku sambil memeluk Bima, kemudian aku minta tolong orang yang ada di situ buat bawa bima kerumah sakit. Saat dirumah sakit aku mencoba untuk menghubungi Indah, ceweknya Bima juga sahabat dekatku “halo Ndah…..”sapaku sambil nangis, “kamu kenapa Nis koq nangis”Tanya Indah penasaran “Ndah Bima Ndah”, “Bima kenapa Nis, Bima nggak kenapa-napakan, katanya dia tadi mau jemput kamu?”Tanya indah makin penasaran “Bima kecelakaan Ndah”jawabku “apa…………Bima”teriak Indah sambil nangis “Ndah……sekarang aku dirumah sakit…..”belum selesai aku ngomong Indah langsung mematikan telepon dariku, mungkin dia bakalan marah besar ma aku. Tiba2 Indah datang sambil nangis aku langsung memeluk Indah, “maafin aku Ndah?”, tapi Indah terus nangis, tak lama kemudian dokter keluar dan aku tak percaya dengan apa yang di katakan dokter “Apa dok ini nggak mungkin pasti dokter bohong nggak mungkin Bima…………..”teriakku sambil nangis, “Bimaaaaaaaaaaa nggak dok bima nggak boleh pergi” teriak indah langsung masuk ke kamar melihat Bima, aku terus menangis di depan, aku tak percaya kalau Bima sudah tak ada ini semua salahku, “aku pembunuh…..aku bunuh Bima, Bimaaaaa jangan tinggalin aku Bim”, tiba2 Nirwan datang karna dia tadi juga aku kabarin kalau Bima kecelakaan, “kenapa Nis Bima nggak pa pa kan?”tanyanya kepadaku, aku langsung memeluk dia sambil nangis di pelukannya, “kamu kenapa Nis?”Tanya Nirwan bingung, “Bima wan dia….”jawabku, “Bima kenapa Nis?”, “Bima sudah tak ada”jawabku sambil terus nangis, “apa Nis Bima…., sabar ya Nis”kata Nirwan sambil nenangin aku, “nggak wan ini semua gara2 aku, aku yang telah bunuh Bima”, “nggak Nis ini takdir jangan salahin diri kamu sendiri”, “tapi wan….”, “udah Nis”kata Nirwan terus menenangkan aku. Tiba2 Indah datang sambil melepaskan pelukan Nirwan “ini semua gara2 kamu, coba kalau kamu nggak nyuruh Bima buat jemput kamu pasti kejadian ini nggak bakalan terjadi…kamu pembunuh, kamu yang telah membunuh Bima”kata Indah kepadaku sambil dorong aku ke lantai, “maafin aku Ndah aku juga nggak tau kalau ini bakalan terjadi, kalau aku tau kejadian ini bakalan terjadi aku nggak bakalan nyuruh Bima buat jemput aku”jawabku sambil nangis, “iya kalau kamu tau sekarang kejadian ini sudah terjadi aku benci ma kau Nis, aku nggak mau lagi punya sahabat pembunuh kaya kamu”, “Ndah aku minta maaf aku nggak mau kalau persahabat kita bubar”Indah malah pergi ninggalin aku, aku sangat sedih sekali “udah mungkin Indah sekarang sedang sedih ntar kalau dia bisa menerima kenyataan ini pasti dia bakalan kaya dulu lagi”kata Nirwan nenangin aku, “tapi wan aku nggak pernah melihat Indah sampai segitu marahnya ma aku, memang ini semua salahku wan, aku yang telah membunuh Bima”, “nggak Nis ini juga salah aku aku yang nyuruh kamu buat nyuruh Bima buat jemput kamu”, “nggak wan ini salahku”, “udah Nis jangan nyalahin diri kamu terus”. Setelah pemakaman Bima Indah terus diamin aku, aku nggak nyangka kalau Indah bisa segitu marahnya ma aku, apa yang harus aku perbuat agar Indah bisa maafin aku. Saat kejadian itu Indah bolos sekolah beberapa hari ini, ini hari pertama dia mulai masuk sekolah lagi dia masih terlihat sedih sekali, saat jam istirahat aku coba buat deketin dia, “mungkin sekarang dia sudah bisa memaafkan aku”pikirku, “Ndah, kamu masih marah ya ma aku” Indah tak menjawab dia malah asyik menikmati makanannya, “Ndah apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa maafin aku, aku akan lakukan apa saja agar kamu bisa memaafkan aku”, Indah menoleh kearahku “kamu tau nggak aku tu sangat mencintai Bima aku begitu merasa kehilangan dia”, “iya Ndah aku benar2 minta maaf banget ma kamu”, “iya aku maafin kamu koq Nis walaupun aku merasa kehilangan Bima aku juga nggak mau kehilangan kamu karna kamu adalah satu-satunya sahabat yang aku punya”, “benaran Ndah, makasih ya” lalu kitapun berpelukan sebagai tanda kalau kita udah baikan. Saat itu kitapun sudah bisa seperti dulu bercanda tawa bersama, walau sekarang Indah jomblo tapi dia juga bisa merasakan punya cowok, karena aku selalu nyuruh Nirwan buat jalan ma Indah supaya dia nggak sedih lagi, awalnya sih Nirwan nggak mau tapi setelah aku bujuk dia ahkirnya mau, pada suatu pagi saat Nirwan mau menjemput aku sesuatu kajadian yang tak terduga terjadi, saat tau itu hatiku sangat merasa kehilangan kenapa ini harus terjadi pada Nirwan cowok yang paling aku cintai, mungkin ini yang dirasakan Indah saat Bima tak ada, “Apa nggak mungkin Nirwaaaaaaaan………….”teriakku saat tau Nirwan meninggal karena kecelakaan saat mau jemput aku “nggak Nirwan nggak boleh pergi………..”lalu akupun tak sadarkan diri. Saat Nirwan pergi aku merasa hidupku tak ada gunanya lagi aku merasa sangat kehilangan sekali, tapi Indah selalu menghiburku dia yang selalu ada saat aku merasa sendirian, aku merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Indah, dia juga yang telah mengembalikan semangatku lagi. Saat itu aku dan Indah jadi Jodi (Jomblo Ditinggal Mati). Sampai saat ini kita sudah duduk di kelas 3 SMK, kita masih tetap jadi Jodi. Pada suatu hari di sekolah ada murid baru, dia sangat mirip dengan Nirwan sikapnya cara bicaranya pokoknya semuanya, cuma wajahnya aja yang jauh berbeda ma Nirwan, dia adalah Arjuna karena dia murid baru guru menyuruh aku buat ngajarin dia agar dia dapat mengikuti pelajaran, semenjak dia aku ajarin, dia dan aku makin dekat nggak tau kenapa perasaaan aku ma dia jadi berbeda aku merasakan cinta apa mungkin aku mulai suka ma Arjuna, tapi apa aku bisa mengelak dari perasaan ini. Akupun kemudian menceritakan semua ke Indah “Ndah kamu tau nggak”tanyaku ke Indah, “tau apa jangan berbelit-belit gitu donk Nis bikin penasaran aja”Tanya Indah penasaran, “kayaknya aku mulai suka dech ma Arjuna”jawabku sedikit malu, “apa……..”kata Indah kaget, “kenapa Ndah koq kamu kayaknya kaget gitu”, “nggak koq”, “kamu juga suka ya ma Arjuna”tanyaku, “ya nggak mungkinlah”. Keesokan harinya aku belajar ma Arjuna diperpus tiba2 “Nis aku mau bilang sesuatu ma kamu”kata Arjuna kepadaku, “apa jun bilang aja”, “sebenarnya selama ini aku suka ma kamu, kamu mau nggak jadi cewek aku”, “apa jun”, “iya Nis aku mau kamu jadi cewek aku tapi kalau nggak mau nggak apa2 koq Nis”, “nggak jun sebenarnya selama ini aku juga suka lagi ma kamu”, “berarti tandanya kamu mau jadi cewek aku”, “iya aku mau jun”, “aku senang banget Nis makasih ya Nis”, “iya jun, aku juga senang ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan”. Sepulang sekolah aku langsung cerita ma Indah “Indah…..”, “kamu kenapa Nis koq kayaknya senang bangetz, tadi kamu juga kemana aku cariiin nggak ada”, “sorry dech tadi aku di perpus ma Arjuna, kamu tau nggak kejadian di perpus…”, “ya nggaklah kan nggak kamu kasih tahu”, “tadi Arjuna nembak aku, terus aku terima kita udah resmi jadian aku senang banget”, “apa……………?”, “loh kenapa Ndah koq kayaknya kamu nggak senang gitu, kamu nggak senang ya kalau aku jadian ma Arjuna”, “nggak koq aku senang kalau kamu jadian ma Arjuna”. Saat pulang sekolah Arjuna sedang menunggu aku di gerbang sekolah tiba2 Indah datang “hai…jun ngapain kamu disini koq belum pulang?”,Tanya Indah, “aku lagi nunggu Dennis, koq dia belum pulang ya?”jawab Arjuna, “oh…Dennis dia lagi…….”, “lagi apa Ndah?”, “nggak jun aku nggak bisa bilang ke kamu”, “mank kenapa Ndah?”Tanya Arjuna penasaran, “nggak jun”, “nggak apa2 kamu bilang ja ma aku, aku kan cowoknya Dennis jadi aku juga berhak tau lagi ngapain dia sekarang”, “kamu beneran pengen tau ya jun?”, “iya ayo kasih tau”, “iya dech tapi kamu jangan bilang kalau aku yang bilang ke kamu”, “iya2….ayo cepet dia lagi ngapain”, “sebenarnya dia lagi di perpus berduaan ma iwan”, “apa…….Iwan ketua kelas kita itu”, “iya……tapi beneran ya kamu jangan bilang ke dia kalau yang bilang ke kamu itu aku, sebenarnya dari dulu dia udah duain kamu ma Iwan”, “tapi kenapa Dennis tega ngelakuin itu semua, katanya dia akan setia ma aku”, “iya bilangnya kayak gitu tapi kenyataannya dia itu suka nyakitin hati cowok”, “masak sich?”, “iya aku sangat kenal ma dia kan aku dah temenan ma dia dari kecil”, “aku nggak nyangka kalau dia kayak gitu”, “tapi kenyataannya kayak gitu sebenarnya aku nggak berani bilang ma kamu tapi karna aku kasihan ma kamu jadi aku bilang ma kamu aku juga ingin dia berubah, ya udah ya aku mau pulang dulu”, “iya makasih ya”setelah Indah pergi Arjuna langsung pergi ke perpus dan di perpus dia lihat Iwan dan Dennis dia makin yakin kalau Dennis selingkuh dengan Iwan, “Dennis…..”teriak Arjuna kepadaku, “ech….Arjuna maaf ya aku masih banyak tugas nich jadi belum bisa pulang sama kamu”, “Nis aku pengen ngomong ma kamu”pinta Arjuna kepadaku, “ngomong apa jun”tanyaku penasaran, “ech…nis aku nggak nyangka ya ternyata kamu suka mempermainkan hati cowok”kata Arjuna kepadaku, “maksud kamu apa jun aku nggak ngerti dech”tanyaku makin penasaran, “udah dech aku dah tau semuanya Nis kamu nggak usah nutupi semua lagi dari aku, sekarang aku pegen kita putus aku juga dah lihat sendiri kalau kamu selingkuh ma Iwan”, “tapi jun aku sama Iwan Cuma………”, “dah pokoknya aku minta kita putus”, “tapi jun kamu salah ini nggak seperti yang kamu pikirkan”, “salah kamu tau nggak Indah bilang kamu suka mempermainkan hati cowok, Indah itu sahabat kamu kan makanya aku percaya ma dia”, “Indah?? Nggak mungkin dia bilang kayak gitu?”, “iya sekarang aku mau kita putus aku kecewa ma kamu Nis”, “tapi jun…..”kataku sambil nangis, tapi Arjuna malah ninggalin aku, aku nggak nyangka Indah bilang kayak gitu ma Arjuna, “aku harus Tanya ke Indah”setelah itu aku langsung pergi kerumah Indah untuk menanyakan semua ini, “Ndah..”, “ech Dennis ada apa Nis katanya mau ngerjain tugas dulu ma Iwan”, “aku mau nanyain sesuatu ma kamu”, “apa Nis koq kayaknya serius banget sich”kata Indah seperti tak tau apa2, “Ndah apa maksud kamu bilang itu semua ma Arjuna, kenapa Ndah kamu bilang itu semua ma Arjuna”tanyaku sambil nangis, “maksud kamu apa Nis aku nggak ngeti dech”, “kamu bilang ma Arjuna kan kalau aku suka nyakitin hati cowok maksud kamu apa Ndah bilang kayak gitu ma Arjuna”bentak ku ke Indah, “oh jadi Arjuna bilang semua ma kamu ya memang aku bilang semua itu ke Arjuna”, “tapi kenapa Ndah kenapa?”tanyaku ke Indah, “kenapa kamu Tanya kenapa ma aku, kamu ingat nggak Nis kamu yang bikin aku kehilangan orang yang paling aku sayang kamu yang bikin aku kehilangan Bima”jawab Indah sambil nangis, “tapi kan dulu kamu dah maafin aku Ndah”, “kamu pikir aku beneran maafin kamu nggak Nis sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa maafin kamu karna kamu yang telah bikin aku kehilangan Bima”, “tapi Ndah kenapa Ndah”, “aku benci Nis ma kamu karna kamu yang telah bikin htiku ini sakit, terus saat hatiku ini mulai sembuh kamu malah merebut orang yang bisa menyembuhkan hatiku”, “maksud kamu Arjuna Ndah”, “iya Nis dari saat Arjuna masuk ke sekolah kita aku dah suka ma dia”, “tapi katanya dulu kamu nggak suka ma dia kalau aku tau kamu suka ma dia aku nggak bakalan nerima dia”, “tapi nyatanya apa kamu nerima dia kan Nis aku kecewa ma kamu Nis, aku benci ma kamu Nis, benciiiiii”, “tapi kenapa Ndah, aku nggak tau kalau kamu juga suka ma Arjuna”, “memang dari dulu kamu selalu berusaha buat nyakitin hatiku, kamu nggak suka kan kalau aku senang”, “nggak Ndah aku senang koq kalau kamu juga senang, saat kamu kehilangan Bima aku juga bisa merasakan kehilangan Nirwan cowok yang paling aku sayang”, “iya asal kamu tau ya Nis yang buat Nirwan pergi itu aku”, “apa……Ndah nggak mungkin”mendengar kata2 Indah hatiku terasa sakit aku nggak nyangka orang yang paling aku sayang dan aku percaya bisa melakukan hal sejahat itu sama aku, “iya aku benci ma kamu, aku dendam ma kamu karna kamu yang telah menyebabkan Bima pergi dariku”, “tapi…….Ndah kenapa kamu tega ngelakuin itu semua ma aku Ndah kenapa?”, “karna kamu juga tega membuat Bima pergi dariku jadi kenapa aku nggak tega membuat orang yang paling kamu sayang pergi agar kamu juga merasakan kehilangan seperti apa yang aku rasakan, udah sekarang aku nggak mau lagi sahabatan ma kamu aku benci ma kamu pergi kamu dari rumahku”, “tapi Ndah….”Indah meyeretku keluar dari rumahnya aku nggak nyangka sahabat dekatku, sahabat karibku tega ngelakuin ini semua ma aku. Semenjak kejadian itu aku ma Indah nggak pernah sama2 lagi bahkan kita selayaknya musuh, Indah selalu menghindar dariku Indah benci banget ma aku, aku tak pernah menyangka persahabatan kita akan hancur gara2 cowok, aku nggak nyangka persahabatanku dengan Indah akan hancur. “AKANKAH PERSAHABATANKU DENGANNYA BISA KEMBALI KAYAK DULU LAGI??????”tanyaku dalam hati.
KENAPA HARUS DIA
Pagi itu sangat indah, sejuk dan juga cerah, membuat semua hati orang senang dan bahagia karnanya tapi bukan bagi hati Bella, pagi itu tak Indah baginya dan mungkin seperti pagi-pagi yang telah buruk karna baginya setiap hari itu adalah hari yang buruk baginya, saat dia bangun dari tidurnya seperti biasanya dia selalu bersiap untuk berangkat sekolah, saat dia menuju meja makan dai melihat sarapan sudah siap di tempatnya tapi tak ada seorang pun yang siap menyantap makanan itu kecuali dirinya dia sangat sedih seperti pagi-pagi sebelumnya, papa dan mamanya selalu pergi sebelum dia bangun tanpa pamit dengannya, dia ngerasa hidup sendiri di dunia ini, semenjak kepergian kakaknya dia selalu sendiri selalu murung palagi saat dia tahu bahwa cowok yang sangat di cintainya dan dia yakin bisa menggantikan kakaknya pergi meninggalkannya hanya gara2 cewek lain, setelah sarapan itu dia berjalan dengan langkah yang malas menuju sekolah seperti biasa dia selalu memilih jalan kaki dari pada pakai mobil karna jarak sekolah dari rumahnya tak terlalu jauh dan dia pikir bisa di tempuh dengan jalan kaki, saat dia akan sampai di sekolahnya tiba2 ada suara yang mengagetkannya, “hai Bell ayo masuk”sapa Keyla sahabat yang selalu ada buat dia, ya mungkinj hanya keyla yang dia punya sekarang mungkin hanya Keyla teman hidupnya saat ini, saat mendengar sapaan itu Bella langsung masuk ke mobil Keyla yang waktu itu kebetulan Keyla yang bawa mobilnya sendiri, “kenapa sich loe langit begitu cerah tak ada tanda2 akan mendung tapi kenapa wajah loe selalu mendung kenapa heh”Tanya Keyla seperti biasa kalau dia melihat wajah Bella murung selalu mengkait-kaitkan dengan cuaca hari itu, “nggak napa koq Key”, “nggak napa2 koq wajah loe murung kayak gitu udah dech Bell loe jangan mikirin dia lagi dia tu nggak pantas loe pikirin terus ntar dianya Ge-er lo mending mikirin gue aja kan gue lebih pantas loe pikirin”, mendengar kata2 Keyla ahkirnya Bella bisa tersenyum, “kekenakan loe kalau gue pikirin ntar loenya yang Ge-er kalau gua pikirin”,melihat sahabatnya bisa tersenyum lagi Keyla jadi senang, “nah gitu donk Bell senyum jangan murung aja, ceria gitu kan lebih cantik kalau murung terus dah jelek tambah jelek”ejek Keyla, “sialan loe Key”, lalu mereka berdua tertawa lepas. Sesampainya mereka di sekolah mereka langsung menuju kelas, saat menuju kekelas Bella sempat melihat dia orang yang membuat harinya ceria, orang yang membuat harinya berwarna orang yang selalu di rindukannya, orang yang selalu di cintainya, orang yang menjadi mentari di hidup Bella dan memberinya cahaya cinta yang sampai sekarang cahaya itu masih di rindukan Bella dan cahaya itu yang ingin selalu di rasakan Bella seperti yang dulu, tapi sekarang saat melihat orang itu Bella tak sesenang dulu saat melihat dia, hatinya langsung remuk seperti ada duri yang menusuk di hatinya, dia tak sanggup menahan air mata yang hendak mengalir dari matanya tapi dia harus tahan demi sahabat didekatnya, dai dah janji ma Keyla kalau dia nggak bakalan ingat ma laki-laki yang telah meninggalkannya itu dan lebih memilih cewek lain dari dia tapi dia benar2 tak sanggup menahan air matanya lagi, “ech,,,Key gue ke toilet dulu ya dah nggak sanggup nahan nich”, “iya tapi ntar cepet ke kelas y ague tunggu di kelas oke”, “iya aku ke toilet dulu ya”, di toilet bella menangis sejadi-jadinya, dia nggak sanggup lagi menahan tangis di matanya dia benar sakit saat melihat pangeran pujaan hatinya bermesraan ma cewek lain di depan matanya walau dia mencoba untuk tegar tapi dia nggak bisa membohongi perasaannya kalau dia masih cinta ma Putra cowok yang pernah menghiasi hidupnya, cowok yang pernah menghuni hatinya, cowok yang pernah dia cintai dan sampai kapanpun dia nggak sanggup untuk melupakannya karna mungkin hanya Putra yang bisa membuat hatinya bergetar dan merasakan rasa yang tak biasa, waqlau terkadang dia harus sakit saat mengingat Putra tapi dia tetap tak bisa melupakan Putra dari hatinya dan tak bisa membuang Putra dari pikirannya, karna hanya Putra yang bisa membuatnya begitu sangat mencintai cowok karna sebelumnya dia tak pernah bisa merasakan rasa ini pada seorang cowok hanya pada Putra cowok yang telah menyakitinya, “kenapa harus dia, kenapa harus dia yang aku cinta kenapa tak orang lain yang bisa mengerti aku yang bisa aku cinta kenapa harus dia?”, tanyanya ke hatinya yang telah salah mencintai orang tapi dia tak bisa menyalahkan hatinya karna bukan hatinya yang salah dan membuatnya mencintai Putra dengan sangat, tiba2 dia dengar bel berbunyi dan dia segera membasuh mukanya dengan air supaya di depan Keyla dia tak seperti orang yang habis nangis, lalu dia langsung buru2 masuk kelas, “ech Bell loe dari mana sich lama banget?”, “gue kan dari toilet”, “iya koq lama banget sich”, “iya sorry dech”, tiba2 guru datang dan mengahkiri pembicaraan Bella dan Keyla, Bella merasa senang memiliki sahabat seperti Keyla yang selalu ada buat dia, saat dia merasa sedih dan senang Keyla selalu ada buat dia dan mungkin Keyla lebih dia sayangi dari pada kedua orang tuanya yang dia pikir nggak pernah ada buat dia nggak pernah membantunya menghadapi segala masalahnya, apalagi setelah kakaknya meninggal dia merasa sangat benci dengan kedua orang tuanya dia merasa orang tuanya adalah orang yang paling kejam yang pernah dia temui bahkan lebih kejam dari Putra cowok yang telah meninggalkanya, karna orang tuanya nggak merasa sedih sedikitpun saat kakaknya meninggal dan orang tuanya makin tak menganggap dia ada, dia selalu merasa sedirian di dunia ini setelah kakaknya pergi, karna setelah kakaknya tak ada Putra langsung ninggalin dia, Putra bilang ke dia, “gue mau jadi pacar loe karna gue takut ma kakak loe, karna dengan jadi pacar gue nggak akan pernah lagi di nggangguin ma kakak loe”, semenjak Putra pergi meninggalkannya penderitaan Bella lengakap sudah tapi di balik penderitaaannya Keyla selalu ada di belakangnya memberi dukungan supaya dia bisa tegar menghadapi hidup ini dan Keyla selalu menyuruh dia supaya melupakan cowok seperti putra, tapi gimanapun juga dia mencoba untuk melupakan Putra tetap saja tidak bisa karna dia sangat mencintai Putra dan dia satu-satunya cowok yang bisa membuat dia benar2 bisa mencintai cowok. Saat pulang sekolah Keyla mengajak Bella jalan2 untuk menghilangkan penat di hati ini sebenarnya Bella nggak mau tapi Keyla terus memaksa dan ahkirnya bellapun mau, saat di mall kenapa ini harus terulang dia melihat Putra lagi dengan ceweknya yang membuat dia pengen nangis lagi, “kenapa perasaan ini selalu muncul saat ku melihat dia, kenapa harus dia yang ada dihatiku kaenapa harus dia yang mengisi hatiku kenapa harus dia yang kucinta kenapa harus dia yang tak bisa kulupa kenapa harus dia”Tanya Bella dalam hati sambil menahan tangis di hatinya dan juga sakit yang selalu dia rasa saat melihat Putra, “loh Bell kenapa loe nangis Bell?”Tanya Keyla yang menyadarkan Bella dari segala lamunannya, Bella nggak bisa cerita ma Keyla kalau dia nangis karna melihat Putra dan ceweknya, “nggak koq gue lihat…….”, “lihat apa Bell apa yang membuat loe sedih Bell”, “gue Cuma tadi lihat anak sama orang tuanya, dan gue kangen ma mereka loe tahu ndiri kan Key dari kecil gue nggak pernah merasakan kasih sayang orang tua gue sendiri, gue bisa merasakan hangantnya kasih sayang orang tua itu dari orang tua loe”, “loe yang sabar ya Bell kan saat ini kita mau senang2 kita senang2 aja oke”, “iya Key makasih ya Key loe dah mau jadi sahabat terbaik buat gue”, “iya Bell gue akan jadi sahabat terbaik buat loe untuk selamanya jadi kalau loe punya masalah apapun loe langsung cerita aja ma gue, gue siap mendengarkan setiap cerita loe oke”, “iya Bell thanks ya”, Bella nggak berani bilang ke Keyla kalau yang membuat dia sedih adalah Putra karna mungkin Keyla nggak akan seperti tadi kalau Keyla tahu yang membuat dia sedih itu adalah Putra pasti Keyla akan marah dan pasti akan datangin Putra ma ceweknya itu, “maafin gue Keyla gue nggak bisa terus terang ma loe karna gue takut kalau gue terus terang ma loe, loe akan kecewa ma gue, maafin gue Keyla karna gue nggak bisa melupakan Putra gue juga nggak tahu kenapa gue nggak bisa melupakan dia gue dah berusaha Key, tapi gue benar2 nggak bisa melupakan dia Key, dia selalu ada di hati dan pikiran gue key, dan gue masih berharap kalau dia akan jadi milik gue untuk selamanya dan gue juga yakin dia akan kembali ke pelukan gue”gumam Bella dalam hatinya, dan sejenak dia berpikir kalau yang dia pikirkan tadi itu hanya impian dan tak kan jadi kenyataan karna dia udah tahu kalau Putra dulu mau pacaran ma dia karna Putra takut ma kakaknya tak lebih bukan karn Putra suka plus cinta ma dia itu karna Putra takut ma kakaknya, yang nggak bisa dia mengerti kenapa mesti Putra cowok yang selalu ada di hatinya, “ech Bell koq diem kita pulang yuk loe dah puaskan belanjanya gue antar loe pulang ya atau loe mau nginep di rumah gue”, “nggak gue pulang ja makasih ya Key dengan hari ini yang begitu indah dan begitu berarti buat gue”, “iya Bell sama2 gue mau ngelihat loe yang dulu yang selalu ceria selalu bahagia dan tak pernah ada wajah sedih melintas di wajah loe itu gue kangen loe yang dulu Bell”, “maaf Key mungkin susah buat gue untuk kayak dulu lagi karna dengan masalah2 gue yang dulu2 yang membuat gue selalu sedih”, “makanya gue di sini untuk loe membuat loe tersenyum kayak dulu lagi”, “iya makasih ya Key”, sesampainya dirumah Bella tak mendapati kedua orang tuanya seperti biasa mau Bella pulangnya selarut apapun Bella nggak pernah melihat kedua orang tuanya pulang mereka selalu pulang saat Bella sudah memejamkan matanya menuju mimpinya, setelah Bella mandi dia langsung menyiapkan apa yang akan besok dia bawa, tiba2 buku diarynya yang dah lama dia tak isi jatuh dan Bella menemukan selembar foto yang menginggatkannya pada masa lalunya yang selalu membayangi hidupnya, tiba2 air matanya meleleh di pipinya dia tak tau kenapa susah banget melupakan dia, “kenapa sich loe selalu menghantui hidup gue kenapa loe slalu membuat gue merasa bersalah sama Keyla kenapa loe tak mau pergi dari hati gue kenapa loe betah banget tinggal di hati gue kenapa harus loe yang menghuni hati gue kenapa harus loe kenapa bukan orang yang bisa mencintai gue sepenuh hatinya kenapa harus loe orang yang mencintai gue karna takut ma kakak gue, oh tuhan kenapa harus dia yang kamu suruh buat menghuni hati ini ya tuhan kenapa harus dia yang selalu ku rindu KENAPA HARUS DIA, KENAPA HARUS DIA, kenapa tuhan”kata Bella sambil nangis sejadi-jadinya kali ini tak ada Keyla jadi dia bisa nangis sepuas-puasnya yang dia sesali kenapa dia dulu bisa suka ma orang kaya Putra kenapa harus Putra yang mengisi hatinya, malampun semakin larut Bella terus menangisi hidupnya, dia sedih karna orang tuanya yang tak pernah ada buat dia, dia sedih karna hidup ini tak adil dan telah membuat kakak tercintanya pergi darinya yang lebih membuat dia sedih kenapa dia mencintai orang yang tak pernah mau tau dengan perasaannya dalam hati dia terus bertanya “KENAPA HARUS DIA, KENAPA HARUS DIA?”, dan sampai sekarang dia belum menemuin jawabannya.
Ketika Setangkai Bunga Mati
“ma, pa lihatlah pelangi itu indah banget ya, aku senang sekarang apa yang aku impikan bisa terwujud semua berkat kak Bunga”kata Mekar adik tiri aku.
Kini aku sedang menikmati indahnya pelangi bersama keluarga baruku, dalam hati aku sangat berterima kasih sama sahabatku yang sangat aku rindukan, karna dia kebahagiaan ini bisa aku rasakan dan aku bisa dapat melihat indahnya pelangi yang selama ini tak dapat kulihat, aku juga bisa melihat bunga yang selama ini aku hanya bisa mencium baunya yang wangi, walau aku nggak bisa melihat cantiknya wajah asli sahabatku itu, tapi aku tetap senang bisa melihat semua keindahan yang tuhan berikan dan yang selama ini tidak bisa aku rasakan.
Dari kecil aku nggak bisa melihat indahnya karunia tuhan, indahnya alam ini, yang bisa aku lihat hanyalah kegelapan sampai ahkirnya aku bisa melihat karna sahabat aku Bunga, dia adalah orang yang selalu menebarkan keceriaan, kebahagiaan, juga kedamaian di hati, seperti bunga yang bermekaran membuat hati orang jadi senang dan bahagia. Walau aku yakin dia tak setegar itu, aku yakin di hatinya yang paling dalam dia pasti merasakan sedih yang luar biasa, melebihi sedihnya hatiku karna aku di lahirkan sudah tak bisa melihat indahnya dunia ini, tapi dari Bunga aku selalu belajar untuk menghadapi kehidupan ini dengan keceriaan.
Saat itu hari sedang hujan, dan aku sedang menikmati memainkan piano di depanku, dari kecil aku udah berbakat memainkan piano dan banyak prestasi yang telah aku dapat dari main piano dan dari main piano aku bisa membantu mama aku, karna sejak di tinggal papa, mama yang harus mencari nafkah untuk menghidupi aku dan mama, juga untuk biaya pengobatanku, aku sering kali merasa kasihan dengan mama karna walau mama selalu bilang mama bisa menghidupi aku sendiri tapi aku yakin di hati kecil mama, mama butuh seorang pendamping dalam hidupnya yang bisa membahagiakan dia juga aku dan bisa menggantikan sosok papa yang sudah lama mama rindukan.
Saat aku sedang asyik memainkan pianoku tiba2 ada suara yang mengagetkanku dan suara itu tak asing lagi bagiku,
“hei….asyik banget main pianonya sampai nggak sadar dari tadi aku disini ngelihat kamu, mank bau badan aku nggak bisa kamu kenalin ya, apa kurang wangi ya badan aku, wah kurang nich minyak wanginya tadi sich maunya sebotol tapi takut kamu ntar pingsan”kata Bunga yang dari tadi memperhatiin aku main piano
Aku nggak sadar kalau Bunga di situ, biasanya dari bau badannya aku bisa tahu kalau di situ ada Bunga sahabat aku itu, tapi kalau sekarang nggak tahu kenapa aku nggak sadar kalau dia ada di situ mungkin karna aku terlalu asyik main pianonya,
“maaf dech aku terlalu asyik main piano jadi aku nggak sadar kalau kamu di situ”,
“iya dimaafin koq, oh ya aku mau ngajak kamu ketempat yang asyik banget”,
“mank mau kemana sich kan masih hujan”tanyaku penasaran,
“pokoknya ntar aku akan bawa kamu ketempat yang hawanya sejuk banget dan di jamin setelah dari situ kamu akan merasa lebih fresh, dan ni hujannya dah mau berhenti koq”,
“ya udah ayo”kataku sambil memraba-raba dan mencari tangan Bunga,
Bunga menuntunku sampai keruang tamu dan di situ ada mamaku, kemudian aku dan Bunga pamitan ke mamaku. Setelah berpamitan Bunga langsung menuntunku masuk ke mobilnya, dalam hati aku penasaran Bunga mau bawa aku kemana, setelah Bunga memperhentikan mobilnya Bunga langsung membukakan pintu untukku, saat aku keluar aku merasakan udara yang sejuk, segar dan benar saja baru beberapa detik saja di situ aku merasa fresh, lalu Bunga menuntunku kesuatu tempat, di situ aku mencium bau wangi bunga-bunga sepertinya di situ banyak tumbuh bunga, setiap mencium aroma wangi Bunga aku selalu merasa semua masalahku hilang, walau dari dulu aku nggak pernah bisa melihat indahnya bunga yang membuat hatiku damai itu, aku tetap bisa merasakan keindahan bunga itu. Tak dirasa Bunga menbantuku untuk duduk di sebuah bangku,
“kamu bisa merasakan kesegaran, kesejukan dan keindahan tempat ini kan rah”Tanya Bunga,
“nga walau aku nggak bisa melihat indahnya tempat ini tapi aku bisa merasakan kesejukan, keindahan dan aku bisa mencium bau bunga yang ada di tempat ini”jawabku lalu mengambil nafas dalam-dalam,
“iya rah kamu tau nggak dari sini kita bisa melihat pelangi dengan jelas kan dulu kamu pengen melihat pelangi yang kata orang indah itu kan dan kamu pernah tanya ke aku apa benar kalau pelangi itu indah dan aku jawab iya, mungkin aku nggak bisa memperlihatkan bagaimana pelangi itu ke kamu tapi, aku akan berusaha untuk memperlihatkan ke kamu rah, mungkin suatu hari nanti kamu akan bisa melihat pelangi ini tapi bukan dengan aku rah”terang Bunga
Dari nada bicaranya aku tau dia lagi nangis, lalu aku mengarahkan tanganku ke wajah Bunga, dan berusaha menghapus air matanya.
“aku nggak pengen lihat kamu sedih nga aku nggak mau di tempat yang indah ini kamu nangis, sampai kapanpun aku nggak mau kamu pergi ninggalin aku, jika memang aku bisa melihat indahnya pelangi di tempat ini aku ingin melihat pelangi bersama kamu nga, kamu tau kan kamu adalah satu-satunya sahabat yang mampu ngertiin aku, kamu satu-satunya sahabat yang aku punya nga”kataku ke Bunga dan seketika aku merasakan air mataku mulai menetes dari mataku,
“ih siapa yang nangis neng aku nggak nangis koq ini tadi cuma air gerimis hujan ini yang kamu hapus dari pipiku tadi kamu tuch yang nangis aku juga nggak mau di tempat yang indah ini kamu nangis”kata Bunga sambil menghapus air mata di pipiku,
“ayo senyum donk kamu nggak suka ya aku ajak ke tempat ini dari tadi aku nggak lihat senyum manismu itu”sambung Bunga, lalu aku pun senyum untuk sahabatku itu,
“aku senang banget nga kamu ajak ke sini, walau aku hanya bisa ngerasain sejuk dan segarnya tempat ini itu dah cukup buat aku nga”
Lalu kamipun tersenyum memberi senyum satu sama lain dan sesaat kemudian kami tertawa berdua bercanda dan membagi tawa, tiba2 di tengah asyiknya perbincangan kita, Bunga seperti mengerang kesakitan
“aduh sakit banget, sakit rah sakit aduh rah sakit”
tiba2 aku merasakan tangan Bunga yang tadinya erat memegang tanganku mulai terlepas dan aku mendengar suara benda jatuh, oh tidak mungkin itu Bunga pingsan benar aku mendapati Bunga pingsan di tanah, kemudian aku minta tolong orang yang ada di situ, tapi sepertinya tak ada orang di situ karna dari tadi aku teriak minta tolong, tak ada satupun orang yang datang menghampiri aku, kemudian aku menghubungi mamaku yang kebetulan di deretan kontak mamaku ku taruh di atas supaya gampang untuk menghubungi mama, lalu aku beri tahu ke mama kalau Bunga pingsan, karena Bunga tadi sempat di tanya mama mau kemana jadi mama langsung tahu dimana aku dan Bunga sekarang, tak lama kemudian mama datang lalu membawa Bunga kerumah sakit. Bunga memang anak yang ceria, cerdas, tegar, dan mudah bergaul dengan siapa saja dia juga gadis yang baik hati selalu menolong siapa saja tanpa memandang status sosial, tapi Bunga tak setegar itu ada tumor yang ganas yang menggerogoti tubuh Bunga, tapi dia tetap berusaha ceria dan tegar di hadapan semua orang karna dia nggak mau melihat semua orang sedih melihat keadaannya yang memperihatinkan, dari Bunga aku juga belajar Bunga yang menghadapi penyakit yang mungkin bisa membawanya pada kematian kapan saja kenapa aku cuma di beri cobaan tak dapat melihat indahnya alam ini saja menyerah pada hidup. Aku menunggu Bunga di pelukan mama
“oh ya rah kamu dah kasih tahu keluarga Bunga belum”Tanya mama
Kemudian aku sadar kalau aku belum kasih tau keluarga Bunga, memang selama ini mama belum pernah bertemu dengan papa dan adiknya Bunga, lalu aku nyuruh mama buat meberi tahu papa Bunga kalau Bunga sedang ada dirumah sakit, tak lama kemudian papa dan Mekar adik Bunga datang, ternyata papa Bunga adalah Bos di tempat mama kerja jadi mereka sudah saling kenal bahkan mama sudah kenal dengan Mekar adik Bunga tapi mama belum pernah ketemu dengan kakak Mekar yang tak lain tak bukan adalah sahabat aku sendiri Bunga, saat itu Mekar dan papanya Bunga sangat sedih melihat keadaan Bunga yang terbaring lemah di atas tempat tidur, tak seperti Bunga yang ceria dan tegar, sekarang yang mereka lihat adalah Bunga yang lemah dan tak berdaya. Seperti bunga yang lagi layu. Selang beberapa menit Bunga langsung sadarkan diri,
“pa aku dimana pa?”tanya Bunga lemah,
”kamu di rumah sakit sayang...”,jawab papanya Bunga
“iya nga kamu tadi pingsan saat kita lagi lihat pelangi”
“maafin aku ya rah pasti kamu tadi panik banget ya” kata Bunga sambil memegang tanganku
“nggak pa2 koq nga”Jawabku
lalu aku dan mamapun pamit pulang. Keesokan harinya hari hujan lagi tapi aku maksa mama supaya ngantar aku ke rumah sakit nengok Bunga, kemudian papa Bunga datang dan jemput kami berdua karna tadi Bunga sempat meminta papanya buat jemput aku dan mama, sesampainya di rumah sakit aku langsung masuk kekamar Bunga, dan mama sedang bersama papa dan adiknya Bunga, aku dengar mereka tertawa bersama, sebelumnya aku belum pernah ngelihat mama sesenang ini dari papa meninggal sejak mama bekerja di tempatnya papanya Bunga mama nggak pernah sedih lagi, aku nggak pernah dengar mama nangis sendiri lagi kalau malam, sesampainya aku di kamar Bunga aku langsung menggerakan tanganku meraba-raba tempat tidur Bunga dan perawat yang tadi menuntunku kekamar Bunga membantuku duduk di kursi di depan tempat tidur Bunga kemudian meninggalkan kami berdua,
“hujannya deras juga ya rah?”kata Bunga memulai pembicaraan
“iya nga, kayaknya ampek malam deh”
“masa sich rah padahal aku pengen ngelihat pelangi lagi bersama kamu di tempat yang kemarin”
“tapi kalau hujannya sederas ini ya nggak bisa donk nga”
“aku yakin pasti bentar lagi hujannya akan berhenti, ntar kalau hujannya berhenti kamu mau nggak nemenin aku ke tempat kemarin”
“iya pasti aku mau nga”
Benar saja tiba-tiba saja hujannya berhenti dan bunga mengajakku ke tempat kemarin dan aku minta izin ke papanya Bunga kalau aku dan Bunga mau lihat pelangi, awalnya papanya Bunga nggak ngizinin tapi setelah di paksa Bunga dia langsung ngizinin.
Sesampainya di sana Bunga langsung mengajak duduk di bangku kemarin.
“kamu bisa rasakan keindahan tempat ini kamu tahu nggak aku pengen banget meninggal disini rah”kata Bunga lemah
“nga kamu nggak boleh ngomongin kematian, aku nggak pengen di tempat ini kita ngomongin itu”
“tapi aku ngerasa kalau tempat inilah yang cocok untuk tempat meninggal aku nantinya, rah boleh nggak aku sandaran di bahu kamu”kata Bunga sambil menyndarkan kepalanya di bahuku
“iya boleh nga”jawabku sambil mengelus rambut sahabatku itu.
“rah kamu tau nggak kamu tu satu-satunya sahabat yang aku punya, kamu sahabat yang mampu ngertiin aku, aku pengen ngelihat kamu bahagia, kamu pengen nggak ngelihat aku bahagia rah”
“iya nga karna kamu juga sahabat yang paling aku sayang”
“kalau kamu ingin ngelihat aku bahagia jangan pernah kamu netesin air matamu apapun yang terjadi kamu nggak boleh netesin air matamu kamu mau nggak janji ma aku”
“iya nga aku janji”
“makasih ya rah”
tiba2 aku ngerasa genggaman tangan Bunga melemah dan aku tak merasakan nafas Bunga lagi berhembus.
“nga Bunga kamu kenapa nga koq nggak jawab nga, mama, om, Mekar Bunga”
Seketika mama, papanya Bunga dan Mekar yang sedari tadi melihat kami dari kejauhan menghampiri aku dan Bunga.
Setelah meninggalnya bunga aku bisa melihat keindahan alam ini, sebelum Bunga pergi dia berpesan kepada dokter untuk donorin kornea matanya untukku aku sangat berterima kasih sama Bunga, karna ini sangat berarti banget untukku, tak cuma itu kebahagiaan yang di tinggalkan Bunga untuk kehidupanku, kini aku bisa melihat mama bahagia lagi kayak dulu saat papa masih ada dan kini aku punya keluarga baru, sebelum Bunga meninggal dia sempat punya satu permintaan kepada papanya untuk menikahi mamaku karna dia tau kalau papanya dan mamaku saling mencintai dan dia ingin melihat kebahagiaan adiknya yang dari dulu ingin mama, dan Mekar sangat akrab dengan mamaku dan menurutnya mamaku bisa menggantikan mamanya, walau kini Bunga tak ada tapi dia meninggalkan berjuta kebahagiaan untuk orang di sekitarnya, semenjak aku bisa melihat dan aku punya keluarga baru yang berbahagia, aku selalu ngajak adik aku Mekar untuk melihat pelangi sehabis hujan, kegiatan yang pernah aku lakukan dengan Bunga sebelum dia pergi meninggalkan semua orang yang menyayangi dirinya, kini kegiatan melihat pelangi sehabis hujan menjadi kegiatan yang wajib untuk aku dan Mekar, setelah hujan berhenti aku pasti mengajak Mekar ke tempat di mana dulu Bunga ngajak aku ngelihat pelangi, aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti Bunga walau bagaimana juga yang bisa memberi aku kebahagiaan yang tiada tara ini adalah Bunga tanpa dia mungkin sekarang aku nggak bisa melihat keindahan alam ciptaan tuhan ini, dan mungkin mama nggak akan pernah nemuin papa dan aku nggak akan pernah bisa merasakan mempunyai adik seperti Mekar, aku sangat senang sekali.
“ech kak Farah koq dari tadi diam terus ada apa sich kak lihat kak bunga-bunga yang bermekaran itu menginggatkan Mekar pada kak Bunga yang mungkin lagi bersama malaikat di sana, dulu kak Bunga pernah bilang ke Mekar kalau dia ingin bersama mama dan ingin bermain bersama malaikat di langit sana kak, apa mungkin sekarang kak Bunga sedang bersama mama dan bermain bersama malaikat ya kak”tanya Mekar yang kemudian menyadarkanku dari lamunanku,
“iya Mekar sayang mungkin sekarang kak Bunga sedang menari-nari bercanda tawa dengan para malaikat di langit sana”jawabku sambil menatap wajah polos Mekar,
“kak apa kak Bunga juga melihat pelangi bersama mama kak, aku pengen kak Bunga merasakan apa yang Mekar rasakan sekarang Mekar dah punya mama dan kakak baru tapi Mekar nggak akan pernah melupakan mama dan kak Bunga dari hati Mekar kak Bunga akan jadi kakak Mekar yang Mekar sayangi selalu”
“iya Mekar pasti kak Bunga merasakan apa yang Mekar rasakan”
“aku kangen kak Bunga kak”
“kakak juga kangen banget ma kak Bunga”
Sejenak suasana di sana menjadi haru dan setelah muncul pelangi yang indah suasana jadi ceria lagi. Bunga aku janji aku nggak akan pernah netesin air mata ini dengan kebahagiaan yang telah kamu beri kepadaku, aku akan jadi yang terbaik untuk Mekar dan papamu walau aku tau aku nggak mungkin bisa menggantikan posisimu di hati mereka tapi aku akan mencoba untuk menjadi yang terbaik bagi mereka, kini kusadari bahwa dengan kepergian dirimu itu sama halnya dengan setangkai bunga yang mati, jika setangkai bunga itu mati pasti membuat orang yang ada di sekitar menjadi sedih, tapi wanginya akan selalu di simpan dalam hati, seperti kamu Bunga saat kamu pergi semua orang yang menyayangimu akan merasa sedih tapi kamu akan di kenang dan tak akan pernah dari hati mereka, dan kamu juga meninggalkan wangi yang begitu berarti untuk orang yang menyayangimu, kamu meninggalkan kebahagiaan yang sudah di rindukan dari dulu, dan kamu mewujudkan keinginan walau tak semua keinginan itu kamu penuhi tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mereka, begitu juga untuk diriku yang masih merasa beruntung bisa kenal ma kamu bahkan bisa bersahabat dengan kamu, terima kasih Bunga, sampai kapanpun wangimu akan kusimpan dalam hatiku.
Kini aku sedang menikmati indahnya pelangi bersama keluarga baruku, dalam hati aku sangat berterima kasih sama sahabatku yang sangat aku rindukan, karna dia kebahagiaan ini bisa aku rasakan dan aku bisa dapat melihat indahnya pelangi yang selama ini tak dapat kulihat, aku juga bisa melihat bunga yang selama ini aku hanya bisa mencium baunya yang wangi, walau aku nggak bisa melihat cantiknya wajah asli sahabatku itu, tapi aku tetap senang bisa melihat semua keindahan yang tuhan berikan dan yang selama ini tidak bisa aku rasakan.
Dari kecil aku nggak bisa melihat indahnya karunia tuhan, indahnya alam ini, yang bisa aku lihat hanyalah kegelapan sampai ahkirnya aku bisa melihat karna sahabat aku Bunga, dia adalah orang yang selalu menebarkan keceriaan, kebahagiaan, juga kedamaian di hati, seperti bunga yang bermekaran membuat hati orang jadi senang dan bahagia. Walau aku yakin dia tak setegar itu, aku yakin di hatinya yang paling dalam dia pasti merasakan sedih yang luar biasa, melebihi sedihnya hatiku karna aku di lahirkan sudah tak bisa melihat indahnya dunia ini, tapi dari Bunga aku selalu belajar untuk menghadapi kehidupan ini dengan keceriaan.
Saat itu hari sedang hujan, dan aku sedang menikmati memainkan piano di depanku, dari kecil aku udah berbakat memainkan piano dan banyak prestasi yang telah aku dapat dari main piano dan dari main piano aku bisa membantu mama aku, karna sejak di tinggal papa, mama yang harus mencari nafkah untuk menghidupi aku dan mama, juga untuk biaya pengobatanku, aku sering kali merasa kasihan dengan mama karna walau mama selalu bilang mama bisa menghidupi aku sendiri tapi aku yakin di hati kecil mama, mama butuh seorang pendamping dalam hidupnya yang bisa membahagiakan dia juga aku dan bisa menggantikan sosok papa yang sudah lama mama rindukan.
Saat aku sedang asyik memainkan pianoku tiba2 ada suara yang mengagetkanku dan suara itu tak asing lagi bagiku,
“hei….asyik banget main pianonya sampai nggak sadar dari tadi aku disini ngelihat kamu, mank bau badan aku nggak bisa kamu kenalin ya, apa kurang wangi ya badan aku, wah kurang nich minyak wanginya tadi sich maunya sebotol tapi takut kamu ntar pingsan”kata Bunga yang dari tadi memperhatiin aku main piano
Aku nggak sadar kalau Bunga di situ, biasanya dari bau badannya aku bisa tahu kalau di situ ada Bunga sahabat aku itu, tapi kalau sekarang nggak tahu kenapa aku nggak sadar kalau dia ada di situ mungkin karna aku terlalu asyik main pianonya,
“maaf dech aku terlalu asyik main piano jadi aku nggak sadar kalau kamu di situ”,
“iya dimaafin koq, oh ya aku mau ngajak kamu ketempat yang asyik banget”,
“mank mau kemana sich kan masih hujan”tanyaku penasaran,
“pokoknya ntar aku akan bawa kamu ketempat yang hawanya sejuk banget dan di jamin setelah dari situ kamu akan merasa lebih fresh, dan ni hujannya dah mau berhenti koq”,
“ya udah ayo”kataku sambil memraba-raba dan mencari tangan Bunga,
Bunga menuntunku sampai keruang tamu dan di situ ada mamaku, kemudian aku dan Bunga pamitan ke mamaku. Setelah berpamitan Bunga langsung menuntunku masuk ke mobilnya, dalam hati aku penasaran Bunga mau bawa aku kemana, setelah Bunga memperhentikan mobilnya Bunga langsung membukakan pintu untukku, saat aku keluar aku merasakan udara yang sejuk, segar dan benar saja baru beberapa detik saja di situ aku merasa fresh, lalu Bunga menuntunku kesuatu tempat, di situ aku mencium bau wangi bunga-bunga sepertinya di situ banyak tumbuh bunga, setiap mencium aroma wangi Bunga aku selalu merasa semua masalahku hilang, walau dari dulu aku nggak pernah bisa melihat indahnya bunga yang membuat hatiku damai itu, aku tetap bisa merasakan keindahan bunga itu. Tak dirasa Bunga menbantuku untuk duduk di sebuah bangku,
“kamu bisa merasakan kesegaran, kesejukan dan keindahan tempat ini kan rah”Tanya Bunga,
“nga walau aku nggak bisa melihat indahnya tempat ini tapi aku bisa merasakan kesejukan, keindahan dan aku bisa mencium bau bunga yang ada di tempat ini”jawabku lalu mengambil nafas dalam-dalam,
“iya rah kamu tau nggak dari sini kita bisa melihat pelangi dengan jelas kan dulu kamu pengen melihat pelangi yang kata orang indah itu kan dan kamu pernah tanya ke aku apa benar kalau pelangi itu indah dan aku jawab iya, mungkin aku nggak bisa memperlihatkan bagaimana pelangi itu ke kamu tapi, aku akan berusaha untuk memperlihatkan ke kamu rah, mungkin suatu hari nanti kamu akan bisa melihat pelangi ini tapi bukan dengan aku rah”terang Bunga
Dari nada bicaranya aku tau dia lagi nangis, lalu aku mengarahkan tanganku ke wajah Bunga, dan berusaha menghapus air matanya.
“aku nggak pengen lihat kamu sedih nga aku nggak mau di tempat yang indah ini kamu nangis, sampai kapanpun aku nggak mau kamu pergi ninggalin aku, jika memang aku bisa melihat indahnya pelangi di tempat ini aku ingin melihat pelangi bersama kamu nga, kamu tau kan kamu adalah satu-satunya sahabat yang mampu ngertiin aku, kamu satu-satunya sahabat yang aku punya nga”kataku ke Bunga dan seketika aku merasakan air mataku mulai menetes dari mataku,
“ih siapa yang nangis neng aku nggak nangis koq ini tadi cuma air gerimis hujan ini yang kamu hapus dari pipiku tadi kamu tuch yang nangis aku juga nggak mau di tempat yang indah ini kamu nangis”kata Bunga sambil menghapus air mata di pipiku,
“ayo senyum donk kamu nggak suka ya aku ajak ke tempat ini dari tadi aku nggak lihat senyum manismu itu”sambung Bunga, lalu aku pun senyum untuk sahabatku itu,
“aku senang banget nga kamu ajak ke sini, walau aku hanya bisa ngerasain sejuk dan segarnya tempat ini itu dah cukup buat aku nga”
Lalu kamipun tersenyum memberi senyum satu sama lain dan sesaat kemudian kami tertawa berdua bercanda dan membagi tawa, tiba2 di tengah asyiknya perbincangan kita, Bunga seperti mengerang kesakitan
“aduh sakit banget, sakit rah sakit aduh rah sakit”
tiba2 aku merasakan tangan Bunga yang tadinya erat memegang tanganku mulai terlepas dan aku mendengar suara benda jatuh, oh tidak mungkin itu Bunga pingsan benar aku mendapati Bunga pingsan di tanah, kemudian aku minta tolong orang yang ada di situ, tapi sepertinya tak ada orang di situ karna dari tadi aku teriak minta tolong, tak ada satupun orang yang datang menghampiri aku, kemudian aku menghubungi mamaku yang kebetulan di deretan kontak mamaku ku taruh di atas supaya gampang untuk menghubungi mama, lalu aku beri tahu ke mama kalau Bunga pingsan, karena Bunga tadi sempat di tanya mama mau kemana jadi mama langsung tahu dimana aku dan Bunga sekarang, tak lama kemudian mama datang lalu membawa Bunga kerumah sakit. Bunga memang anak yang ceria, cerdas, tegar, dan mudah bergaul dengan siapa saja dia juga gadis yang baik hati selalu menolong siapa saja tanpa memandang status sosial, tapi Bunga tak setegar itu ada tumor yang ganas yang menggerogoti tubuh Bunga, tapi dia tetap berusaha ceria dan tegar di hadapan semua orang karna dia nggak mau melihat semua orang sedih melihat keadaannya yang memperihatinkan, dari Bunga aku juga belajar Bunga yang menghadapi penyakit yang mungkin bisa membawanya pada kematian kapan saja kenapa aku cuma di beri cobaan tak dapat melihat indahnya alam ini saja menyerah pada hidup. Aku menunggu Bunga di pelukan mama
“oh ya rah kamu dah kasih tahu keluarga Bunga belum”Tanya mama
Kemudian aku sadar kalau aku belum kasih tau keluarga Bunga, memang selama ini mama belum pernah bertemu dengan papa dan adiknya Bunga, lalu aku nyuruh mama buat meberi tahu papa Bunga kalau Bunga sedang ada dirumah sakit, tak lama kemudian papa dan Mekar adik Bunga datang, ternyata papa Bunga adalah Bos di tempat mama kerja jadi mereka sudah saling kenal bahkan mama sudah kenal dengan Mekar adik Bunga tapi mama belum pernah ketemu dengan kakak Mekar yang tak lain tak bukan adalah sahabat aku sendiri Bunga, saat itu Mekar dan papanya Bunga sangat sedih melihat keadaan Bunga yang terbaring lemah di atas tempat tidur, tak seperti Bunga yang ceria dan tegar, sekarang yang mereka lihat adalah Bunga yang lemah dan tak berdaya. Seperti bunga yang lagi layu. Selang beberapa menit Bunga langsung sadarkan diri,
“pa aku dimana pa?”tanya Bunga lemah,
”kamu di rumah sakit sayang...”,jawab papanya Bunga
“iya nga kamu tadi pingsan saat kita lagi lihat pelangi”
“maafin aku ya rah pasti kamu tadi panik banget ya” kata Bunga sambil memegang tanganku
“nggak pa2 koq nga”Jawabku
lalu aku dan mamapun pamit pulang. Keesokan harinya hari hujan lagi tapi aku maksa mama supaya ngantar aku ke rumah sakit nengok Bunga, kemudian papa Bunga datang dan jemput kami berdua karna tadi Bunga sempat meminta papanya buat jemput aku dan mama, sesampainya di rumah sakit aku langsung masuk kekamar Bunga, dan mama sedang bersama papa dan adiknya Bunga, aku dengar mereka tertawa bersama, sebelumnya aku belum pernah ngelihat mama sesenang ini dari papa meninggal sejak mama bekerja di tempatnya papanya Bunga mama nggak pernah sedih lagi, aku nggak pernah dengar mama nangis sendiri lagi kalau malam, sesampainya aku di kamar Bunga aku langsung menggerakan tanganku meraba-raba tempat tidur Bunga dan perawat yang tadi menuntunku kekamar Bunga membantuku duduk di kursi di depan tempat tidur Bunga kemudian meninggalkan kami berdua,
“hujannya deras juga ya rah?”kata Bunga memulai pembicaraan
“iya nga, kayaknya ampek malam deh”
“masa sich rah padahal aku pengen ngelihat pelangi lagi bersama kamu di tempat yang kemarin”
“tapi kalau hujannya sederas ini ya nggak bisa donk nga”
“aku yakin pasti bentar lagi hujannya akan berhenti, ntar kalau hujannya berhenti kamu mau nggak nemenin aku ke tempat kemarin”
“iya pasti aku mau nga”
Benar saja tiba-tiba saja hujannya berhenti dan bunga mengajakku ke tempat kemarin dan aku minta izin ke papanya Bunga kalau aku dan Bunga mau lihat pelangi, awalnya papanya Bunga nggak ngizinin tapi setelah di paksa Bunga dia langsung ngizinin.
Sesampainya di sana Bunga langsung mengajak duduk di bangku kemarin.
“kamu bisa rasakan keindahan tempat ini kamu tahu nggak aku pengen banget meninggal disini rah”kata Bunga lemah
“nga kamu nggak boleh ngomongin kematian, aku nggak pengen di tempat ini kita ngomongin itu”
“tapi aku ngerasa kalau tempat inilah yang cocok untuk tempat meninggal aku nantinya, rah boleh nggak aku sandaran di bahu kamu”kata Bunga sambil menyndarkan kepalanya di bahuku
“iya boleh nga”jawabku sambil mengelus rambut sahabatku itu.
“rah kamu tau nggak kamu tu satu-satunya sahabat yang aku punya, kamu sahabat yang mampu ngertiin aku, aku pengen ngelihat kamu bahagia, kamu pengen nggak ngelihat aku bahagia rah”
“iya nga karna kamu juga sahabat yang paling aku sayang”
“kalau kamu ingin ngelihat aku bahagia jangan pernah kamu netesin air matamu apapun yang terjadi kamu nggak boleh netesin air matamu kamu mau nggak janji ma aku”
“iya nga aku janji”
“makasih ya rah”
tiba2 aku ngerasa genggaman tangan Bunga melemah dan aku tak merasakan nafas Bunga lagi berhembus.
“nga Bunga kamu kenapa nga koq nggak jawab nga, mama, om, Mekar Bunga”
Seketika mama, papanya Bunga dan Mekar yang sedari tadi melihat kami dari kejauhan menghampiri aku dan Bunga.
Setelah meninggalnya bunga aku bisa melihat keindahan alam ini, sebelum Bunga pergi dia berpesan kepada dokter untuk donorin kornea matanya untukku aku sangat berterima kasih sama Bunga, karna ini sangat berarti banget untukku, tak cuma itu kebahagiaan yang di tinggalkan Bunga untuk kehidupanku, kini aku bisa melihat mama bahagia lagi kayak dulu saat papa masih ada dan kini aku punya keluarga baru, sebelum Bunga meninggal dia sempat punya satu permintaan kepada papanya untuk menikahi mamaku karna dia tau kalau papanya dan mamaku saling mencintai dan dia ingin melihat kebahagiaan adiknya yang dari dulu ingin mama, dan Mekar sangat akrab dengan mamaku dan menurutnya mamaku bisa menggantikan mamanya, walau kini Bunga tak ada tapi dia meninggalkan berjuta kebahagiaan untuk orang di sekitarnya, semenjak aku bisa melihat dan aku punya keluarga baru yang berbahagia, aku selalu ngajak adik aku Mekar untuk melihat pelangi sehabis hujan, kegiatan yang pernah aku lakukan dengan Bunga sebelum dia pergi meninggalkan semua orang yang menyayangi dirinya, kini kegiatan melihat pelangi sehabis hujan menjadi kegiatan yang wajib untuk aku dan Mekar, setelah hujan berhenti aku pasti mengajak Mekar ke tempat di mana dulu Bunga ngajak aku ngelihat pelangi, aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti Bunga walau bagaimana juga yang bisa memberi aku kebahagiaan yang tiada tara ini adalah Bunga tanpa dia mungkin sekarang aku nggak bisa melihat keindahan alam ciptaan tuhan ini, dan mungkin mama nggak akan pernah nemuin papa dan aku nggak akan pernah bisa merasakan mempunyai adik seperti Mekar, aku sangat senang sekali.
“ech kak Farah koq dari tadi diam terus ada apa sich kak lihat kak bunga-bunga yang bermekaran itu menginggatkan Mekar pada kak Bunga yang mungkin lagi bersama malaikat di sana, dulu kak Bunga pernah bilang ke Mekar kalau dia ingin bersama mama dan ingin bermain bersama malaikat di langit sana kak, apa mungkin sekarang kak Bunga sedang bersama mama dan bermain bersama malaikat ya kak”tanya Mekar yang kemudian menyadarkanku dari lamunanku,
“iya Mekar sayang mungkin sekarang kak Bunga sedang menari-nari bercanda tawa dengan para malaikat di langit sana”jawabku sambil menatap wajah polos Mekar,
“kak apa kak Bunga juga melihat pelangi bersama mama kak, aku pengen kak Bunga merasakan apa yang Mekar rasakan sekarang Mekar dah punya mama dan kakak baru tapi Mekar nggak akan pernah melupakan mama dan kak Bunga dari hati Mekar kak Bunga akan jadi kakak Mekar yang Mekar sayangi selalu”
“iya Mekar pasti kak Bunga merasakan apa yang Mekar rasakan”
“aku kangen kak Bunga kak”
“kakak juga kangen banget ma kak Bunga”
Sejenak suasana di sana menjadi haru dan setelah muncul pelangi yang indah suasana jadi ceria lagi. Bunga aku janji aku nggak akan pernah netesin air mata ini dengan kebahagiaan yang telah kamu beri kepadaku, aku akan jadi yang terbaik untuk Mekar dan papamu walau aku tau aku nggak mungkin bisa menggantikan posisimu di hati mereka tapi aku akan mencoba untuk menjadi yang terbaik bagi mereka, kini kusadari bahwa dengan kepergian dirimu itu sama halnya dengan setangkai bunga yang mati, jika setangkai bunga itu mati pasti membuat orang yang ada di sekitar menjadi sedih, tapi wanginya akan selalu di simpan dalam hati, seperti kamu Bunga saat kamu pergi semua orang yang menyayangimu akan merasa sedih tapi kamu akan di kenang dan tak akan pernah dari hati mereka, dan kamu juga meninggalkan wangi yang begitu berarti untuk orang yang menyayangimu, kamu meninggalkan kebahagiaan yang sudah di rindukan dari dulu, dan kamu mewujudkan keinginan walau tak semua keinginan itu kamu penuhi tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mereka, begitu juga untuk diriku yang masih merasa beruntung bisa kenal ma kamu bahkan bisa bersahabat dengan kamu, terima kasih Bunga, sampai kapanpun wangimu akan kusimpan dalam hatiku.
Langganan:
Postingan (Atom)
